Loading
 
 
 
AMANKAN PENERIMAAN: Pemerintah Potong Pajak Belanja Pemerintah Di Awal 
PP turun tax amnesty bisa jadi andalan penerimaan 
Wajib Pajak Harus Lapor Seluruh Hartanya, Apa Saja? 
IMPLEMENTASI PP HARTA BERSIH: Setoran Pajak Tahun Ini Bisa Tertolong 
Inilah Strategi Pemerintah Kejar Setoran Perpajakan Tahun Depan 
Catatan BPS, konsumsi leisure tumbuh 6,3% 
Ekonomi RI Janggal, Sektor Ritel Lesu Tapi Setoran PPN Naik 
Pajak Intip Rekening Rp 1 M, Bagaimana Kalau Dipecah ke Banyak Rekening? 
Tak Mau Utang Bengkak, Sri Mulyani: Kumpulkan Pajak Lebih Banyak 
Semangatnya Sri Mulyani Giring RI Perangi Pencucian Uang 
 
 
News
www.pemeriksaanpajak.com, 26-Mei-2017
 
 

Segera Reformasi Pajak

Seusai merampungkan hajatan amnesti pajak, tak ada jeda istirahat bagi aparat Kementerian Keuangan. Justru mereka harus terus tancap gas menggarap pekerjaan besar : reformasi perpajakan.

 

Seusai merampungkan hajatan amnesti pajak, tak ada jeda istirahat bagi aparat Kementerian Keuangan. Justru mereka harus terus tancap gas menggarap pekerjaan besar : reformasi perpajakan.



Langkah-langkahnya bisa kita lihat. Belum lama ini pemerintah menerbitkan Perpu Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Selain itu , RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) serta RUU Pajak Penghasilan pun sudah siap dibahas parlemen.



Dari hasil amnesti pajak,kita tahu tingkat kepatuhan pajak masih rendah. Cuma sedikit penambahan jumlah pembayaran pajak. Yang membayar tebusan pun masih jauh dari potensi, tak bisa mengungkit rasio pajak.



Namun setidaknya data yang dipegang Ditjen Pajak menjadi lebih kaya dengan bertambahnya deklarasi harta dari orang-orang kaya yang selama ini masih tidak terjangkau oleh sistem perpajakan nasional. Basis pajak meluas, ditambah lagi terbka harapan untuk merepatriasi harta yang masih disimpan para pemiliknya di luar negeri.



Adapun keberlanjutan perpu dan RUU itu memang harus melewati proses parlemen. Tapi harapannya mengarah pada pembentukan sistem pajak yang berkeadilan. Karena itu, sejalan dengan upaya untuk membenahi peraturan, merapikan administrasi, hal yang tak kalah penting adalah membangun kualitas SDM adalah agar para petugas pajak benar benar kompeten, professional dan berintegrasi. Jangan lagi ada orang macam Gayus, Bahasyim, Dhana, Handang di Lembaga Pajak.



Seiring dengan penguatan institusi, perluasan kewenangan, dan peningkatan kapasitas, pengawasan melekatpun diperketat agar tidak member peluang moral hazard dan penyalahgunaan wewenang. Sehingga ketika nanti amandemen UU Pajak Penghasilan berlaku dan tarif dipangkas, penerimaan negara tidak menjadi berkurang; melainkan malah menanjak, lantaran bertambahnya jumlah pembayaran pajak di samping meningkatnya setoran pajak di samping meningkatnya setoran pajak karena kenaikan laju ekonomi.



Kita berharap dengan reformasi nantinya Lembaga Pajak lebih sistematis dan efektif dalam menjaring penerimaan negara. Ekstensifikasi harus dijalani. Sementara itu, jangan sampai member kesempatan para wajib pajak nakal untuk terus mencari celah demi memperkecil atau bahkan mengemplang pajak.



Pendek kata, pembayaran pajak meningkat, praktik korupsi ditekan. Tak ada lagi toleransi secuilpun untuk aksi kongkalikong antara petugas dan pembayar pajak.



Sumber: www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 
Print This Article | Send This Article
     
 
  Copyrights (c) 2000-2011 OMNI SUKSES UTAMA All Rights Reserved. Disclaimer.