Loading
 
 
 
Setoran Pajak Naik, Shortfall Tetap Besar 
Dirjen Pajak Baru Harus Satu Visi Tapi Tak Ketergantungan 
Kadin Usul Hapus PPN agar Daya Beli Naik, Ini Kata Sri Mulyani 
PPnBM kendaraan bermotor akan jadi cukai? 
Ditjen Pajak Tetapkan Nilai Harta yang Bisa Dilaporkan Dalam SPT 
Tak Persoalkan Pajak, Anies akan Tutup Tempat Hiburan Bermasalah 
Darmin: Ditjen Pajak Nggak Panik, Tapi Memanfaatkan Data Tax Amnesty Saja 
Perlu kejelasan pajak 
Presiden Jokowi terlalu ambisius? 
AMANKAN PENERIMAAN: Pemerintah Potong Pajak Belanja Pemerintah Di Awal 
 
 
News
www.pemeriksaanpajak.com, 04-Juli-2017
 
 

Semangatnya Sri Mulyani Giring RI Perangi Pencucian Uang

Jakarta. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, begitu semangat dan antusias membawa Indonesia bergabung sebagai anggota dalam Financial Action Task Force (FATF).

 

Jakarta. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, begitu semangat dan antusias membawa Indonesia bergabung sebagai anggota dalam Financial Action Task Force (FATF).



FATF merupakan organisasi dunia yang memerangi tindak pencucian uang dan pendanaan terorisme. Saat ini, Indonesia akan memulai proses keanggotannya.



“Untuk FATF ini berita bagus yang mau saya sampaikan, pertemuan FATF Indonesia didukung oleh negara-negara anggota FATF untuk menjadi member FATF, ini adalah suatu berita luar biasa penting dan baik,” kata Sri Mulyani, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (3/7/2017).



Dia menceritakan, untuk menjadi anggota FATF tidak semudah membalikkan telapak tangan. Negara yang ingin bergabung harus lebih dulu mendapat dukungan dan persetujuan dari negara-negara yang telah menjadi anggota FATF terlebih dahulu.



“Dalam mekanisme FATF untuk menjadi membership itu sifatnya tidak begitu saja kalau dalam bahasa Jawa ujug-ujug, tapi harus melalui satu proses, dan dia harus didukung oleh semua membership-nya,” jelas dia.



Dalam beberapa waktu belakangan ini, Mantan Direktur Bank Dunia ini mengaku bersama dengan Kementerian Luar Negeri, para duta besar (dubes) Indonesia, serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah melakukan pendekatan yang intensif untuk bergabung.



Hasilnya, kata dia, dukungan Indonesia menjadi negara yang berkontribusi memerangi tindak pencucian uang dan pendanaan terorisme datang dari Australia, Jerman, dan China, kemudian seluruh negara anggota memberikan dukungannya.



“Ini hasil yang begitu penting karena biasanya kalau untuk masuk membership proses kita harus menunggu 2-4 tahun bahkan sebelum sekarang belum selesai biasanya tidak diterima, Indonesia harus memanfaatkan secara baik dan kita akan kerjasama dengan PPATK, BI, OJK, kami sendiri, dengan Kemenlu untuk mengawal proses itu,” tutup dia.



Sebelumnya, Valencia menjadi saksi perjuangan Indonesia dalam berkontribusi memerangi tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Di kota ini, dalam Sidang Pleno FATF, Presiden FATF yang didukung mayoritas peserta sidang memutuskan untuk segera memproses keanggotaan Indonesia dalam FATF.



Sumber: www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 
Print This Article | Send This Article
     
 
  Copyrights (c) 2000-2011 OMNI SUKSES UTAMA All Rights Reserved. Disclaimer.