Loading
 
 
 
Setoran Pajak Naik, Shortfall Tetap Besar 
Dirjen Pajak Baru Harus Satu Visi Tapi Tak Ketergantungan 
Kadin Usul Hapus PPN agar Daya Beli Naik, Ini Kata Sri Mulyani 
PPnBM kendaraan bermotor akan jadi cukai? 
Ditjen Pajak Tetapkan Nilai Harta yang Bisa Dilaporkan Dalam SPT 
Tak Persoalkan Pajak, Anies akan Tutup Tempat Hiburan Bermasalah 
Darmin: Ditjen Pajak Nggak Panik, Tapi Memanfaatkan Data Tax Amnesty Saja 
Perlu kejelasan pajak 
Presiden Jokowi terlalu ambisius? 
AMANKAN PENERIMAAN: Pemerintah Potong Pajak Belanja Pemerintah Di Awal 
 
 
News
www.pemeriksaanpajak.com, 12-Juli-2017
 
 

Tak Mau Utang Bengkak, Sri Mulyani: Kumpulkan Pajak Lebih Banyak

Jakarta. Peningkatan penerimaan pajak menjadi salah satu solusi bila ingin menahan laju utang yang semakin besar, sementara belanja negara tetap jalan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

Jakarta. Peningkatan penerimaan pajak menjadi salah satu solusi bila ingin menahan laju utang yang semakin besar, sementara belanja negara tetap jalan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.



Hal itu dikemukakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/7/2017). Upaya tersebut, kata Sri Mulyani sudah dimulai dengan melakukan reformasi pajak.



Utang terjadi karena postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang defisit. Batas defisit dalam APBN diatur sesuai Undang-undang (UU) agar tidak melewati batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).



“Kalau ingin belanja lebih banyak maka pemerintah harus mampu kumpulkan pajak lebih banyak bukan lebarkan defisit,” jelasnya



Akan tetapi dalam kondisi sekarang, penerimaan pajak belum bisa digenjot lebih tinggi. Meskipun sudah adanya program pengampunan pajak atau tax amnesty sejak pertengahan tahun lalu.



Bahkan pertumbuhan pajak yang tadinya diharapkan bisa mencapai 16% pada tahun ini tidak bisa terealisasi. Melihat hasil sampai Mei 2017, Sri Mulyani mengakui pertumbuhan pajak hanya akan mencapai 12%.



“Kami terus perbaiki dengan tax reform ini paling esensial agar negara bisa belanja kebutuhan mendesak dan penting tapi enggak membahayakan fiskal kita,” imbuhnya.



Penghematan belanja juga tetap dilakukan, akan tetapi hanya pada belanja barang seperti perjalanan dinas, rapat, seminar atau sejenisnya. Sedangkan infrastruktur diupayakan bisa terealisasi dengan utuh sampai akhir tahun agar pertumbuhan ekonomi.



“Itu yang kita lakukan sebagai strateginya,” tegas Sri Mulyani.



Sumber: www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 
Print This Article | Send This Article
     
 
  Copyrights (c) 2000-2011 OMNI SUKSES UTAMA All Rights Reserved. Disclaimer.