Loading
 
 
 
News
www.pemeriksaanpajak.com, 27-November-2017
 
 

Dirjen Pajak Baru Harus Satu Visi Tapi Tak Ketergantungan

Calon Direktur Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) yang akan menggantikan kedudukan yang dipegang oleh Ken Dwijugiasteadi masih dalam teka-teki. Padahal Ken akan mengakhir masa jabatannya pada akhir bulan ini.

 

Calon Direktur Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) yang akan menggantikan kedudukan yang dipegang oleh Ken Dwijugiasteadi masih dalam teka-teki. Padahal Ken akan mengakhir masa jabatannya pada akhir bulan ini.



Banyak nama yang muncul selama ini baik dari internal maupun luar Kemenkeu. Namun nama Robert Pakpahan yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu mencuat secara tiba-tiba dan tidak ada dari daftar sebelumnya. Lalu siapakah sebenarnya yang akan menggantikan Ken?



Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analys (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan siapapun yang menjadi Dirjen Pajak nantinya harus memiliki kemampuan dan tujuan yang sama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.



"Dirjen Pajak siapapun nantinya sebaiknya satu visi dengan Menkeu tapi tidak enggak tergantung dengan Menkeu. Yang penting leadership kuat, integritas bagus, dan paham enggak perlu belajar lagi," ungkap Yustinus di Manado, Jumat (24/11/2017).



Lebih lanjut Yustinus juga menyatakan bahwa Dirjen Pajak nantinya harus memiliki kemampuan setidaknya seperti CEO perusahaan yang mampu memanage perusahannya. Namun ia juga menilai nama-nama yang saat ini beredar sudah memumpuni, terlebih saat nama Robert mencuat adalah calon yang cocok.



"Kalau RP (Robert Pakpahan) dipilih dia akan mewakili generasi lama, dia ga jauh dari pak Ken. Ini kan bagus, apa yang disebut talent scouting udah ada dari sekarang sehingga setiap ada suksesi enggak kebingungan," jelasnya.



Menurutnya, Robert Pakpahan bukan orang yang berbahaya untuk memimpin, sehingga bisa dibilang akan hampir sama dengan mantan Dirjen Pajak Darmin Nasution saat menjadi pimpinan.



"Saya kira Pak Robert bukan orang yabg harmful. Jadi ya mirip-mirip sama (dengan Darmin)," katanya.



Sementara itu, ia menyebut Dirjen Pajak orang yang harus pengalaman dan dekat dengan lingkungan Pajak dikarenakan mempunyai tugas yang berat. Oleh karenan pengalam dibutuhkan agar tidak perlu belajar dari awal.



"Nah cara berpikir yang jangka panjang ini dibutuhkan. Maka enggak harus setiap kali mengulang-ulang. Enaknya jadi Ditjen Pajak yang baru karena sudah ada tim reformasi. Sudah setengah jadi," tukasnya.



Sumber : www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 
 
   
 
  Copyrights (c) 2000-2011 OMNI SUKSES UTAMA All Rights Reserved. Disclaimer.